Jumat, 05 Juli 2013

Makalah Manusia dan Cinta Kasih


 BAB I PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Cinta merupakan pengalaman yang sangat menarik yang pernah kita alami dalam hidup ini. Sangat disesali, orang pada umumnya masih bingung akan apakah cinta itu sesungguhnya. Kebingungan mereka semakin bertambah ketika dunia perfileman memperkenalkan arti cinta yang salah dimana penekanan akan cinta selalu dititik beratkan pada perasaan dan cerita romantika.
 Dari jaman dulu sampai sekarang hakikat cinta kasih masih menjadi perbincangan yang tidak dibatasi secara jelas dengan makna yang luas pula. Walaupun, sulit juga untuk diungkapkan dan diingkari bahwa cinta adalah salah satu kebutuhan hidup manusia yang cukup fundamental. Begitu fundamentalnya sampai-sampai membawa Khalil Gibran, seorang punjagga terkenal, berpendapat bahwa “Cinta hanyalah sebuah kemisterian”. Cinta sangat erat dalam kehidupan dan tidak bias di pisahkan dalam kehidupan. Tidak pernah selintas pun orang berpikir bahwa cinta itu tidak penting. Mereka haus akan cinta, mereka butuh akan cinta.
Kendati pun demikian, hampir setiap orang tidak pernah berpikir tentang apa dan bagaimana cinta itu. Padahal berpikir tentang apa dan bagaimana cinta itu,  cinta bisa diibaratkan sebagai suatu seni yang sebagaimana bentuk seni lainnya sangat memerlukan pengetahuan dan latihan untuk bisa menggapainya.
Begitupun dengan kasih sering sekali kita terkecoh bahkan sulit untuk membedakan cinta dan kasih itu sendiri. Oleh karena itu, penulis sangat tertarik mengambil judul makalah Manusia dan Cinta Kasih, agar dapat membantu kita semua untuk lepas dari ketidak jelasan Cinta Kasih yang selalu menjadi bahan perenungan, diskusi, cerita yang tidak pernah ada akhirnya.

1.2  Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian di atas maka berikut penulis akan merumuskan beberapa rumusan masalah sebagai berikut :

  1. Apakah pengertian cinta kasih tersebut?
  2. Apakah pengertian kasih sayang?
  3. Apa sajakah macam-macam cinta itu?
  4. Bagaimana mewujudkan rasa cinta dan kasih sayang agar kehidupan tentram dan damai terjadi?

1.3  Maksud dan Tujuan

Adapun maksud dan tujuan pembahasan makalah ini, yaitu berdasarkan rumusan masalah di atas .
  1. Untuk  mengetahui makna cinta kasih
  2. Untuk mengetahui makna kasih sayang
  3. Untuk mengetahui macam-macam cinta
  4. Untuk mengetahui cara mewujudkan rasa cinta kasih dan sayang agar hidup tentram dan damai tercapai

BAB II PEMBAHASAN


2.1  Pengertian Cinta Kasih dan Sayang
Ada beberapa pendapat mengenai pengertian cinta kasih. Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia karangan W.J.S. Purwodarminta, cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau rasa sayang (kepada), ataupun rasa sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih, artinya perasaan sayang atau cinta (kepada) atau menaruh belas kasihan. Dengan demikian, arti cinta dan kasih itu hamper sama sehingga kata kasih dapat dikatakan lebih memperkuat rasa cinta. Oleh karena itu, cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.
Walaupun cinta dan kasih mengandung arti yang hamper sama, antara keduanya terdapat perbedaan, yaitu cinta lebih mengandung pengertian tentang rasa yang mendalam, sedangkan kasih merupakan pengungkapan untuk mengeluarkan rasa, mengarah pada orang atau yang dicintai. Dengan kata lain, bersumber dari cinta yang mendalam itulah kasih dapat diwujudkan secara nyata.
Erich Fromm (1983: 24-27) dalam bukunya Seni Mencintai menyebutkan bahwa cinta itu terutama member, bukan menerima, dan member merupakan ungkapan yang paling tinggi dari kemampuan. Yang paling penting dalam member adalah hal-hal yang sifatnya manusiawi, bukan materi. Cinta selalu menyertakan unsure-unsur dasar tertentu, yaitu pengasuhan, tanggung jawab, perhatian, dan pengenalan.
Dr. Sarlito W. Sarwono mengemukakan bahwa cinta itu memiliki tiga unsure, yaitu ketertarikan, keintiman, dan kemesraan. Keterikatan adalah perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas hanya untuk dia. Keintiman yaitu adanya kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukan bahwa antara Anda dan dia sudah tidak ada jarak lagi sehingga panggilan-panggilan formal seperti Bapak, Ibu, Saudara digantikan dengan sekedar memanggil nama atau sebutan seperti sayang. Sedangkan kemesraan adalah adanya rasa ingin membelai atau dibelai, rasa kangen jika jauh dan lama tidak bertemu, adanya ucapan-ucapan yang mengungkapkan rasa sayang. Ketiga unsur cinta tersebut sama kuatnya, jika salah satu unsur cinta itu tidak ada maka cinta itu tidak sempurna atau dapat disebut bukan cinta.
Secara sederhana cinta kasih adalah perasaan kasih sayang yang dibarengi unsur terikatan, keintiman dan kemesraan (Cinta Ideal / Segitiga Cinta) di sertai dengan belas kasihan, pengabdian yang diungkapkan dengan tingkah laku yang bertanggung jawab. Tanggung jawab yang diartikan akibat yang baik, positif, berguna, saling menguntungkan, menciptakan keserasian, keseimbangan dan kebahagiaan.

2.2  Pengertian Kasih Sayang
Pengertian kasih sayang menurut kamus umum bahasa Indonesia karangan W.J.S Poerwadaminta yitu perasaan sayang, perasaan cinta atau perasaan suka pada seseorang. Dalam berumah tangga kasih sayang merupakan kunci kebahagiaan. Kasih sayang ini merupakan pertumbuhan dari cinta. Dalam kasih sayang sadar atau tidak dituntut tanggung jawab, pengorbanan, kejujuran, saling percaya, saling pengertian, saling terbuka,  sehingga keduannya merupakan suatu kesatuan yang utuh. Seorang remaja menjadi frustasi, morfinis, berandalan dan sebagainya itu disebabkan karena kekurangan perhatian dan kasih sayang dalam kehidupan keluarga.
 
2.3  Macam-macam Cinta
Menurut Erich Fromm (1983 : 54) dalam bukunya Seni Mencintai mengemukakan tentang adanya berbagai macam-cinta yang dapat di uraikan sebagai berikut :

  1. Cinta Diri Sendiri
Secara alami manusia mencintai dirinya sendiri (self love) dan banyak orang yang menafsirkan cinta diri sendiri diidentikan dengan egoistis. Jika demikian cinta diri sendiri ini bernilai negatif. Namun apabila diartikan bahwa cinta diri sendiri adalah mengurus dirinya sendiri, sehingga kebutuhan jamsmani dan rohaninya terpenuhi seimbang  ini bernilai positif. Dengan demikian cinta terhadap dirinya tidak harus dihilangkan tetapi harus berimbang dengan cinta kepada orang lain untuk berbuat baik.


  1. Cinta Sesama Manusia / Persaudaraan
Cinta kepada sesama manusia atau persaudaraan (agape. Bahasa Yunani) itu merupakan watak manusia itu sendiri dan diwujudkan dalam tingkah laku atau perbuatannya kepada sesama manusia. Perbuatan dan perlakuan yang baik kepada sesama manusia bukan berarti karena seseorang itu membela, menyetujui, mendukung dan berguna, bagi dirinya, melainkan dating dari hati nuraninya yang ikhlas disertai tujuan yang mulia. Motivasi perbuatan dan perlakuan seseorang mencintai sesama manusia itu disebabkan karena pada dasarnya manusia tidak dapat hidup sendirian (manusia sebagai makhluk social) dan sudah merupakan suatu kewajiban.

  1. Cinta Erotis
Cinta yang erat dorongannya dengan dorongan seksual (sifat membirahikan) ini merupakan sifat eksklusif (khusus) yang bias memperdayakan cinta yang sebenarnya. Hal itu dikarenakan cinta dan nafsu tersebut letaknya tidak berbeda jauh. Disi lain Cinta erotis jika didasari dengan cinta ideal, kasih sayang, keserasian maka berfungsi dalam melestarikan keturunan dalam ikatan yang sah yaitu pernikahan. Sebaliknya jika tidak didasari kasih sayang yaitu nafsu yang membutakan akal pikiran sehingga yang ada hanya nafsu birahi didalamnya akan timbul rasa ketidak puasan bias berakhir dengan sebuah perceraian bahkan akan mungkin timbul juga perselingkuhan atau ke tempat pelacuran yang didalamnya tidak mungkin akan timbul rasa kasih sayang karena yang ada hanya nafsu birahi berhubungan badan saja, dengan uang sebagai bayarannya.

  1. Cinta Keibuaan
Kasih sayang itu bersumber dari cinta keibuan, yang paling asli dan yang terdapat pada diri seorang ibu terhadap anaknya sendiri. Ibu dan anak terjalin suatu ikatan fisiologi. Seorang ibu akan memelihara anaknya dengan hati-hati penuh dengan kasih sayang dan naluri alami seorang ibu. Sedangkan menurut para ahli ilmu jiwa berpendapat bahwa dorongan kebapakan bukan karena fisologis, melainkan dorongan psikis.



  1. Cinta terhadap Allah
Merupakan puncak cinta manusia, yang paling jernih, spiritual dan yang dapat memberikan tingkat perasaan kasih sayang yang luhur, khususnya perasaan simpatik dan sosial. Cinta yang ikhlas seorang manusia kepada Allah akan membuat cinyta menjadi kekuatan pendorong yang mengarahkannya dalam kehidupan dan menundukkan semua bentuk cinta yang lain.
6.    Cinta terhadap Rasul
Ini merupakan ideal yang sempurna bagi manusia baik dalam tingkah laku, moral, maupun berbagai sifat luhur lainnya.


2.4      Mewujudkan Cinta Kasih
Untuk dapat mewujudkan cinta kasih dan sayang dalam kehidupan agar tentram damai dan bahagia dapat dengan cara :
1.     Cara mewujudkan cinta diri sendiri
Dapat dilakukan dengan mengurus dirinya sendiri, sehingga kebutuhan jasmani dan rohani dirinya sendiri terpenuhi secara wajar. Contohnya mandi, menyisir rambut, memaka wangi- wangian, mengenakan baju yang sopan tidak melanggar adat atau norma yang ada.
2.    Cara mewujudkan cinta sesama manusia / persaudaraan
Dapat dilakukan dengan perbuatan yang bersifat sosial dan kemanusian. Contohnya saling tolong menolong, kerja bakti, saling tepo seliro, Jean Henry Dunant ( 1882-1910) seorang bankir dan penulis berkebangsaan Swiss yang atas suka relanya menolong setiap orang yang menderita luka-luka dalam pertempuran Solferino (1859) mendirikan Palang Merah International (1863)
3.    Cara mewujudkan cinta erotis
Dapat dilakukan apabila dilandasi dasar cinta kasih yang bertanggung jawab dan tidak melanggar adat atau norma yang ada. Contohnya cinta eotis seorang lelaki terhadap perempuan yang di sudah di ikat pernikahan di dasari percintaan.
4.    Cara mewujudkan Cinta Keibuan
Dapat dilakukan dengan dilandasi kasih sayang ibu yang tak terhingga terhadap anaknya dari sejak dikandung, melahirkan, dan mengurus sampai menikahkan dengan tanpa pamrih sedikitpun dan doanya yang selalu menginginkan dan melihat anaknya bahagia di jauhkan dari segala kesusahan.
5.    Cara mewujudkan Cinta kepada Allah
Dapat dilakukan dengan dilandasi cinta yang teramat sangat dan meniadakan Tuhan selain Allah dengan beraqidah yang kokoh dan bertaqwa atau menjalankan segala perintah dan menjauhi larangan yang sudah di tentukan Nya.

6.    Cara mewujudkan Cinta kepada Rasull
Dapat dilandasi dengan cinta dengan mencontoh suri teladan yang baik yang ada pada diri rasul yaitu sidiq, tablig, amanah, dan fatonah yang di laksanakan setiap saat selama masih diberi kehidupan oleh sang maha hidup.



BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Dari pembahasan ini dapat ditarik suatu kesimpulan :
  1. Manusia pada hakikatnya tidak akan dapat terpisahkan dari Cinta kasih dan sayang
  2. Cinta kasih Ideal itu adanya tiga unsur yaitu keterikatan, keintiman dan kemesraan atau sering juga di sebut Segitiga Cinta yang satu sama lain harus sinergi, selaras, seimbang satu sama lain.
  3. Cinta dan kasih mengandung arti yang hamper sama, tapi antara keduanya terdapat perbedaan, yitu cinta lebih mengandung pengertian tentang rasa yang mendalam sedangkan kasih meupakan pengungkapan untuk mengeluarkan rasa mengarah kepada yang dicintai.
  4. Cinta itu mulia, bisa sangat indah, cinta itu sebuah kebahagiaan, tetapi manakala cinta itu tidak sesuai dengan apa yang diharpakan, apa yang diperkirakan dan apa yang didambakan bertolak belakang dari kenyataaan yang sudah terlanjur tercipta dalam angan-angan maka cinta bisa sangat menyakitkan dan menimbulkan penderitaan yang luar biasa.

3.2 Saran
Dengan diselesaikannya makalah ini penulis berharap makalah ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan pembaca. Selanjutnya penulis juga  mengharapkan kritik dan saran guna peningkatan kualitas dalam penulisan makalah ini.


DAFTAR PUSTAKA

Alamsyah, M 1987. Budi Nuarani Filsafat Berikir. Jakarta :Titik Terang.
Suryadi, M.P 1985. Ilmu Budaya Dasar. Buku Materi Pokok. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Universitas Terbuka.
Poedjawijatna, I.R. 1986. Etika, Filsafat Tingkah Laku. Jakarta : Bina Aksara.
Faisal, Sanapiah dan Mappiare. Tanpa Tahun. Demensi-Demensi Psikologi. Surabaya : Usaha Nasional.
From.Erich. 1983. Seni Mencintai. Jakarta: Sinar Harapan



Sejarah Walt Disney

Walt Disney 1
Walt Disney
Walt E. Disney
Lahir Walter Elias Disney
5 Desember 1901[1]
Chicago, Illinois,
Amerika Serikat
Meninggal 15 Desember 1966 (umur 65)
Burbank, California,
Amerika Serikat
Pekerjaan Produser film, ko-pendiri The Walt Disney Company, dahulu dikenal sebagai Walt Disney Productions
Tahun aktif 19201966
Pasangan Lillian Bounds
Tanda tangan
Walter Elias Disney atau lebih dikenal sebagai Walt Disney (lahir di Chicago, Illinois, Amerika Serikat, 5
Desember 1901 meninggal di Burbank, California, Amerika Serikat, 15 Desember 1966 pada umur 65 tahun )
adalah produser film, sutradara, animator, dan pengisi suara berkebangsaan Amerika Serikat. Ia terkenal akan
pengaruhnya terhadap dunia hiburan pada abad ke-20. Sebagai ko-pendiri Walt Disney Productions (bersama Roy O.
Disney), Disney menjadi salah satu produser film paling terkenal di dunia. seorang penerbit filem tersohor di dunia.
Perusahaan yang didirikannya, kini dikenal sebagai The Walt Disney Company, kini memiliki pendapatan tahunan
sekitar $ 35 miliar.
Disney terkenal sebagai produser film dan showman, dan juga inovator dalam bidang animasi dan desain taman
bermain. Ia dan anak buahnya menciptakan berbagai karakter terkenal dunia, seperti Miki Tikus yang disuarakan
oleh Disney sendiri. Ia telah memenangkan 26 Academy Awards dari 59 nominasi.[] Selain itu, Disney juga meraih 7
Emmy Awards.
19011937: Permulaan

Masa kecil
Walter Elias Disney lahir pada tanggal 5 Desember 1901 di 2156 N. Tripp Ave,[2][] Hermosa, Chicago, Illinois, dari
pasangan Elias Disney dan Flora Call. Nenek moyang Walt Disney beremigrasi dari Gowran, Irlandia. Arundel Elias
Disney, kakek buyut Disney, lahir di Kilkenny, Irlandia, pada tahun 1801, dan merupakan keturunan dari Robert
d'Isigny, orang Perancis yang berkelana ke Inggris bersama William sang Penakluk tahun 1066.[3] Nama d'Isigny di
Anglikanisasi menjadi Disney.
Walt Disney 2
Ayahnya, Elias Disney, pindah dari County Huron, Ontario, ke Amerika Serikat tahun 1878, untuk mencari emas di
California, namun akhirnya bertani dengan orang tuanya di dekat Ellis, Kansas hingga tahun 1884. Elias bekerja
untuk Union Pacific Railroad dan menikah dengan Flora Call pada 1 Januari 1888 di Acron, Florida. Keluarga
mereka lalu pindah ke Chicago, Illinois, tahun 1890,[4] tempat saudaranya Robert tinggal.[4] Pada tahun 1906, ketika
Walt masih berusia empat tahun, Elias dan keluarganya pindah ke peternakan di Marceline, Missouri,[5] tempat
saudaranya Roy baru membeli tanah.[5] Di Marceline, Disney mengembangkan minatnya terhadap seni lukis.[6]
Salah satu tetangganya, dokter bernama "Doc" Sherwood yang sudah pensiun, membayarnya untuk menggambar
kuda milik Sherwood, Rupert.[6] Disney juga mengembangkan minatnya terhadap kereta api di Marceline.
Keluarga Disney tetap tinggal di Marceline selama empat tahun[7] sebelum pindah ke Kansas City tahun 1911.[8] Di
sana, Walt dan adiknya Ruth masuk ke Benton Grammar School, tempat ia bertemu Walter Pfeiffer. Pfeiffer
memperkenalkan dunia vaudeville dan film kepada Walt. Selanjutnya, Walt menghabiskan lebih banyak waktu
dengan keluarga Pfeiffer daripada di rumahnya sendiri.[9] Ia mengikuti kursus hari Sabtu di Kansas City Art
Institute[10] Selama tinggal di Kansas City, Walt dan Ruth Disney juga sering mengunjungi Electric Park.

Masa remaja
Disney sebagai sopir ambulans Perang Dunia I.
Pada tahun 1917, Elias membeli saham di pabrik jelly O-Zell di
Chicago, lalu memindahkan keluarganya kembali ke kota itu.[11] Pada
tahun yang sama, Disney mula belajar di McKinley High School dan
mula menghadiri kursus malam di Chicago Art Institute.[12] Disney
menjadi seorang kartunis untuk koran sekolahnya. Karya-karya
kartunnya berbau patriotik, berfokus pada Perang Dunia I. Disney
dikeluarkan dari sekolah pada usia 16 tahun, lalu mencoba bergabung
dengan Angkatan Bersenjata AS, tetapi ditolak kerana belum cukup
umur.[13]
Setelah ditolak, Walt bersama salah seorang temannya bergabung
dengan Palang Merah.[14] Setelah bergabung dengan Palang Merah, Walt dikirim ke Perancis selama setahun sebagai
sopir ambulans[15]
Pada tahun 1919, Walt yang hendak mencari pekerjaan di luar pabrik jelly O-Zell di Chicago,[16] pindah kembali ke
Kansas City untuk memulakan karier seninya.[17] Setelah mempertimbangkan untuk menjadi aktor atau artis koran,
ia memutuskan untuk bekerja di koran, melukis karikatur politik atau strip komik. Sayangnya, tidak ada satupun
yang ingin mempekerjakannya sebagai pelukis maupun sopir ambulans. Saudaranya, Roy, yang bekerja di sebuah
bank di Kansas City, membuat Walt mendapat pekerjaan sementara di Pesmen-Rubin Art Studio dari rekan kerja
Roy.[17] Di Pesmen-Rubin, Disney membuat iklan untuk surat kabar, majalah, dan bioskop.[18] Di sinilah ia bertemu
dengan kartunis Ubbe Iwerks.[19] Setelah berakhirnya kerja sementara di Pesmen-Rubin, mereka berdua tidak
memiliki pekerjaan, lalu memutuskan untuk mendirikan perusahaannya sendiri.[20]
Pada Januari 1920, Disney dan Iwerks mendirikan perusahaan yang bernama "Iwerks-Disney Commercial Artists".
Sayangnya, perusahaan itu tidak berusia lama, dan Disney pergi sementara untuk memperoleh uang di Kansas City
Film Ad Company, yang selanjutnya diikuti oleh Iwerks yang tidak mampu menjalankan bisnisnya sendiri.[21]
Ketika bekerja di Kansas City Film Ad Company, tempat ia membuat iklan berdasarkan cutout animation, Disney
mengembangkan minatnya dalam bidang animasi, lantas ingin menjadi animator.[22] Ia diperbolehkan oleh pemilik
Ad Company, A.V. Cauger, untuk meminjam kamera dari tempat kerjanya untuk uji coba di rumah. Setelah
membaca buku Edwin G. Lutz yang berjudul Animated Cartoons: How They Are Made, Their Origin and
Development, ia melihat animasi lebih menjanjikan bagi masa depannya dibanding cutout animation yang
dikerjakannya untuk Cauger. Akhirnya, Walt hendak membuka bisnis animasi sendiri,[23] lalu merekrut seorang
rekan kerja dari Kansas City Film Ad Company, Fred Harman, sebagai pekerja pertamanya.[23] Walt dan Harman
kemudiannya berhasil membuat persetujuan dengan pemilik bioskop setempat Frank L. Newman, tokoh yang
Walt Disney 3
dikenal sebagai "showman" paling terkenal di kawasan Kansas City pada saat itu,[24] untuk menyiarkan kartun yang
berjudul "Laugh-O-Grams" di bioskop tersebut.[24]

Laugh O'Gram Studio
Dengan tajuk "Newman Laugh-O Grams,"[24] kartun Disney menjadi populer di Kansas City.[25] Dari keberhasilan
mereka, Disney mampu membeli studio sendiri[26] dan merekrut banyak animator, termasuk adik Fred Harman Hugh
Harman, Rudolf Ising, dan sahabat Disney Ub Iwerks.[27] Sayangnya, karena gaji karyawan yang tinggi, Walt tidak
mampu mengurus keuangan dengan baik.[28] Akibatnya, studionya dililit hutang[28] dan bangkrut.[29] Disney lalu
mendirikan studio di Hollywood, California.[30]

Hollywood
Disney dan saudaranya mengumpulkan uang untuk mendirikan studio kartun di Hollywood.[31] Ia memerlukan
distributor untuk kartun barunya Alice Comedies yang mulai dibuatnya di Kansas City.[29] Disney mengirim cetakan
yang belum selesai ke distributor New York Margaret Winkler. Winkler membalas Disney bahwa ia berminat untuk
mengedarkan film tersebut.[32]

Alice Comedies
Virginia Davis (bintang live-action Alices Wonderland) dan keluarganya pindah dari Kansas City ke Hollywood atas
permintaan Disney, begitu pula Iwerks dan keluarganya. Ini merupakan awal dari Disney Brothers' Studio yang
terletak di Hyperion Avenue di distrik Silver Lake, tempat studio tetap berdiri hingga tahun 1939. Pada tahun 1925,
Disney mempekerjakan seorang perempuan muda yang bernama Lillian Bounds untuk melukis seluloid animasi.
Pada tahun yang sama, mereka berdua menikah.
Serial terbaru Alice Comedies yang dibintangi oleh Dawn O'Day, Margie Gay dan Lois Hardwick sukses. Pada saat
serial akan berakhir tahun 1927, tumpuan lebih banyak dilakukan pada karakter animasi, terutama kucing bernama
Julius yang mirip dengan Felix the Cat.

Oswald the Lucky Rabbit
Pada tahun 1927, Charles B. Mintz menikahi Margaret Winkler, lalu memesan serial animasi baru untuk
didistribusikan melalui Universal Pictures. Seri Oswald the Lucky Rabbit juga sukses, dan karakter utamanya
Oswald - yang digambar oleh Iwerks - menjadi tokoh yang populer. Disney Studio meluas, dan Walt mempekerjakan
kembali Harman, Rudolph Ising, Carman Maxwell, dan Friz Freleng dari Kansas City.
Pada Februari 1928, Disney pergi ke New York untuk merundingkan kenaikan bayaran dari Mintz. Disney terkejut
ketika Mintz menyatakan bahwa ia tidak hanya akan menurunkan bayaran yang ia berikan pada Disney, tetapi juga
memegang animator utamanya, seperti Harman, Ising, Maxwell, dan Freleng (kecuali Iwerks yang menolak
meninggalkan Disney) di bawah kontraknya dan akan membuka studionya sendiri jika Disney tidak menerima
pengurangan biaya. Universal Studios, bukan Disney, memiliki trademark Oswald, dan dapat membuat film tanpa
Disney. Disney menolak tawaran Mintz dan kehilangan banyak karyawannya.
Setelah ditinggalkan oleh karyawannya, Disney sekali lagi bekerja sendiri.[33] Perlu waktu 78 tahun bagi perusahaan
Disney untuk mendapatkan kembali hak karakter Oswald.

Miki Tikus
Setelah kehilangan hak milik Oswald, Disney merasakan perlunya mengembangkan karakter baru untuk
menggantikannya. Ia mendapat ilham dari seekor tikus yang pernah dipeliharanya ketika bekerja di Kansas City
Studio.[] Ub Iwerks mengerjakan ulang sketsa yang dibuat Disney agar lebih mudah dianimasi. Namun, suara dan
karakter Miki dibuat oleh Disney. Menurut seorang karyawan Disney, "Ub melukis wajah Miki, tetapi Walt
memberikan jiwanya."[] Pada awalnya, tikus itu diberi nama "Mortimer", kemudian diganti menjadi "Miki Tikus"
Walt Disney 4
oleh Lillian Disney yang merasa nama Mortimer tidak sesuai.
Film animasi pendek pertama yang menampilkan Miki merupakan film bisu yang berjudul Plane Crazy. Setelah
gagal mendapatkan distributor untuk Plane Crazy atau The Gallopin' Gaucho, Disney akhirnya membuat kartun
dengan suara yang berjudul Steamboat Willie. Disney lalu mulai merilis kartun melalui perusahaan seorang
wiraswasta yang bernama Pat Powers. Akhirnya Steamboat Willie sukses,[34] dan Plane Crazy, The Galloping
Gaucho, dan semua kartun Miki selanjutnya dirilis dengan soundtrack. Disney sendiri mengisi menyediakan efek
vokal untuk kartun-kartun awalnya dan mengisi suara Miki Tikus hingga tahun 1946. Setelah dirilisnya Steamboat
Willie, Walt Disney terus berhasil menggunakan suara pada kartun-kartun selanjutnya.[35] Miki lalu mengalahkan
Felix the Cat sebagai tokoh kartun paling populer di dunia.[] Pada tahun 1930, Felix, walaupun bersuara juga, pudar
dari latar kerana film kartun bersuaranya gagal menarik perhatian.[36] Popularitas Miki lalu meningkat tajam pada
awal tahun 1930-an.[]

Silly Symphonies
Mengikut jejak serial Miki Tikus, serial kartun musikal yang berjudul Silly Symphonies dirilis tahun 1929. Judul
pertama dalam serial ini adalah The Skeleton Dance, yang dilukis dan dianimasi sepenuhnya oleh Iwerks, yang juga
melukis banyak kartun Disney pada tahun 1928 dan 1929. Walaupun kedua seri disambut baik, studio Disney berasa
bahwa pembagian keuntungan dengan Pat Powers tidak adil.[37] Pada tahun 1930, Disney menandatangani
persetujuan distribusi baru dengan Columbia Pictures.
Iwerks terpikat oleh Powers agar membuka studio sendiri dengan kontrak eksklusif. Iwerks mengeluarkan seri Flip
the Frog dengan kartun berwarna-nya "Fiddlesticks". Iwerks juga membuat dua seri kartun lain, yaitu Willie
Whopper dan Comicolor. Pada tahun 1936, Iwerks menutup studionya untuk bekerja dalam berbagai proyek yang
berhubungan dengan teknologi animasi. Iwerks kembali ke Disney pada tahun 1940, lalu merintis beberapa proses
film dan teknologi animasi khusus.
Pada tahun 1932, Miki Mouse menjadi watak yang populer, tetapi Silly Symphonies tidak sesukses Miki. Pada tahun
yang sama, Disney bersaing dengan kartun Max Fleischer, Betty Boop, yang semakin populer di kalangan
penonton.[38] Fleischer dianggap sebagai pesaing utama Disney pada 1930-an,[39] Sementara itu, Columbia Pictures
berhenti mengedarkan kartun Disney dan digantikan oleh United Artists.[40]
Pada akhir tahun 1932, Herbert Kalmus yang baru saja menyelesaikan kamera three-strip technicolor,[41] mendekati
Walt dan meyakinkannya untuk membuat kembali film Flowers and Trees yang awalnya hitam putih menjadi
three-strip Technicolor.[] Flowers and Trees sukses dan memenangkan Academy Award for Best Short Subject:
Cartoons tahun 1932. Setelah dirilisnya Flowers and Trees, semua kartun Silly Symphonies selanjutnya menjadi
berwarna. Disney juga berhasil menegosiasikan persetujuan dua tahun dengan Technicolor, memberikannya hak
untuk menggunakan three-strip Technicolor.[42][43][] Melalui Silly Symphonies, Disney juga membuat kartunnya
yang paling sukses, The Three Little Pigs, pada tahun 1933.[44] Kartun ini ditayangkan di bioskop selama
berbulan-bulan, dan juga menampilkan lagu hit yang menjadi lagu bagi Depresi Besar, yaitu "Who's Afraid of the
Big Bad Wolf".[45]

Walt Disney 5
19371941: Zaman Keemasan Animasi
"Disney's Folly": Snow White and the Seven Dwarfs
Walt Disney memperkenalkan karakter Tujuh
Kurcaci dalam trailer teatrikal Snow White
(1937).
Setelah pembuatan dua seri kartun, Disney segera mulai merencanakan
film fitur pada 1934. Ketika industri film mengetahui rencana Disney
untuk mengadaptasi cerita Putih Salju menjadi film fitur animasi,
mereka mentertawakan rencana Disney sebagai "Disney's Folly"
(Kebodohan Disney) dan yakin bahwa proyek ini akan menghancurkan
Disney. Lillian dan Roy juga membujuk Disney agar melupakan hasrat
itu, namun Disney tetap ingin melanjutkan usahanya. Ia
mempekerjakan profesor Don Graham dari Chouinard Art Institute
untuk memulai latihan untuk pekerja studio, berlandaskan Silly
Symphonies sebagai platform untuk menguji animasi manusia realistik,
animasi watak tersendiri, special effect, dan penggunaan proses-proses
dan peralatan khusus seperti kamera multiplane.[46]
Segala usaha pengembangan dan latihan ini digunakan untuk mengangkat mutu studio agar mampu memberikan
mutu yang dikehendaki oleh Disney. Film yang berjudul Snow White and the Seven Dwarfs diproduksi dari tahun
1934 hingga pertengahan tahun 1937, ketika studionya kehabisan dana. Untuk mendapatkan pembiayaan untuk
menyiapkan film Snow White, Disney terpaksa meminjam di Bank of America, lalu berhasil mendapatkan uang yang
diperlukannya. Setelah disiapkan, film tersebut ditayangkan di Carthay Circle Theater pada 21 Desember 1937;
pada akhir film, para penonton berdiri sambil memberikan tepuk tangan kepada Snow White and the Seven Dwarfs.
Snow White, film animasi buatan Amerika Serikat dan Technicolor yang pertama, dirilis pada Februari 1938 setelah
tercapainya persetujuan pengedaran baru dengan RKO Radio Pictures.[47] Film ini menjadi film yang paling berhasil
pada tahun 1938 setelah memperoleh lebih $8 juta dalam tayangan pertamanya.

Zaman Keemasan Animasi
Keberhasilan film Snow White memangkinkan Disney untuk membangun kampus baru bagi Walt Disney Studios di
Burbank, yang dibuka pada 24 Desember 1939. Snow White bukan saja menandakan puncak keberhasilan Disney,
tetapi juga memulai zaman yang dikenal sebagai Zaman Keemasan Animasi bagi Disney.[48][49] Seluruh pekerja
animasi film fitur, setelah menyiapkan filem Pinocchio, melanjutkan pekerjaan untuk film Fantasia dan Bambi, serta
tahap awal produksi Alice in Wonderland dan Peter Pan, sementara pekerja film pendek meneruskan pekerjaan
mereka untuk kartun Miki, Donal, Gufi dan Pluto, sambil mengakhiri seri Silly Symphonies. Animator Fred Moore
mendesain ulang Miki Tikus pada akhir 1930-an, ketika Donal Bebek semakin populer di kalangan penonton
dibanding Miki.[50]
Film Pinocchio dan Fantasia mengikut jejak Snow White and the Seven Dwarfs ke bioskop pada tahun 1940, tetapi
keduanya dalam hal keuntungan kurang memuaskan. Film Dumbo yang tidak terlalua mahal awalnya dirancang
sebagai generator pendapatan, tetapi ketika film ini diproduksi, banyak animator studio berdemo, lantas
menegangkan hubungan antara Disney dan artisnya dalam jangka waktu yang lama.

Walt Disney 6
19411945: Selama Perang Dunia II
Segera setelah dirilisnya Dumbo pada Oktober 1941, Amerika Serikat mulai terlibat dalam Perang Dunia II. Tentara
AS mengkontrak banyak fasilitas studio Disney. Para pekerja studio membuat film pelatihan dan instruksi untuk
militer, atau film pendek peningkat moral seperti Der Fuehrer's Face. Namun, film militer tidak memberikan
pendapatan.
Film fitur Bambi dirilis pada April 1942, dan Disney berhasil merilis kembali Snow White pada 1944. Pada tahun
1945, The Three Caballeros adalah film fitur animasi terakhir Disney yang dibuat pada masa perang.
19451955: Setelah perang

Studio Disney turut menghasilkan film package murah yang berisi koleksi film kartun pendek, lalu merilisnya di
bioskop selama akhir 1940-an. Package ini meliputi Make Mine Music (1946), Melody Time (1948), Fun and Fancy
Free (1947) dan The Adventures of Ichabod and Mr. Toad (1949). Film Ichabod and Mr. Toad terdiri dari dua
bagian, yang pertama berdasarkan dari The Wind in the Willows karya Kenneth Grahame, diikuti kisah kedua
berdasarkan The Legend of Sleepy Hollow oleh Washington Irving. Pada saat itu, Disney juga membuat film
dramatik yang menggabungkan live action' dan animasi, seperti Song of the South dan So Dear to My Heart. Selain
itu, setelah berakhirnya perang, popularitas Miki Tikus memudar.[51]
Pada akhir 1940-an, studio Disney telah pulih untuk meneruskan produksi film Alice in Wonderland dan Peter Pan
yang tertunda akibat perang, lalu memulai produksi film Cinderella, yang menjadi film Disney paling sukses setelah
Snow White and the Seven Dwarfs. Studio ini juga memulai serial film live action bertema alam yang berjudul
True-Life Adventures pada tahun 1948. Meskipun berjaya melalui film fitur, film animasi pendek Disney tidak
selaris dahulu, karena orang mulai memberi perhatian kepada Warner Bros. dan bintang animasinya Bugs Bunny.[52]
Namun, sementara Bugs Bunny semakin populer pada 1940-an, Donal Bebek juga semakin populer.[53] Donal juga
akan menggantikan Miki sebagai bintang utama Disney pada tahun 1949.[54]
Pada pertengahan 1950-an, Disney memproduksi beberapa film pendidikan mengenai program angkasa dalam kerja
sama dengan desainer roket NASA Wernher von Braun: Man in Space dan Man and the Moon (1955), dan Mars and
Beyond (1957).
Walt Disney bertemu dengan Wernher von Braun
pada tahun 1954.
19551966: Taman bermain

Walt Disney 7
Disneyland
Citra Disneyland dari udara.
Ketika melakukan kunjungan bisnis ke Chicago pada akhir 1940-an,
Disney menggambar rancangan taman bermain yang diharapkan
menjadi tempat pekerjanya menghabiskan waktu dengan anak-anak
mereka. Ia mendapatkan ide taman bermain anak-anak setelah
mengunjungi Children's Fairyland di Oakland, California. Ide awalnya
dikembangkan menjadi konsep untuk perusahaan besar yang menjadi
Disneyland. Disney menghabiskan lima tahun mengembangkan
Disneyland dan membuka anak perusahaan, yaitu WED Enterprises,
untuk melaksanakan perencanaan dan pembuatan taman. Sekelompok
kecil pekerja studio Disney bergabung dengan proyek pembangunan Disneyland sebagai insinyur dan perencana
yang dijuluki "Imagineers".
Disneyland dibuka secara resmi pada 17 Juli 1955. Salah satu pengunjung yang hadir pada pembukaan adalah
Ronald Reagan, Bob Cummings dan Art Linkletter.

Memasuki bidang baru
Walt Disney Productions juga memasuki bidang-bidang hiburan yang lain. Pada tahun 1950, Treasure Island
menjadi film fitur all-live-action pertama Disney, diikuti dengan 20,000 Leagues Under the Sea (dalam format
CinemaScope, 1954), Old Yeller (1957), The Shaggy Dog (1959), Pollyanna (1960), Swiss Family Robinson (1960),
The Absent-Minded Professor (1961), dan The Parent Trap (1961). Studio Walt Disney juga merilis acara TV spesial
pertamanya yang berjudul One Hour in Wonderland pada tahun 1950. Disney juga memulai serial antologi
mingguan di ABC yang berjudul Disneyland. Pada tahun 1955, dibuatlah acara televisi harian pertama Disney, yaitu
Mickey Mouse Club yang disiarkan hingga 1990-an.
Ketika studio diperluas dan didiversivikasikan ke media-media lain, Disney kurang memberi perhatian kepada
departemen animasi, mempercayakan kebanyakan operasinya kepada animator penting. Selama hayat Disney,
departemen animasi berhasil membuat Lady and the Tramp (dalam format CinemaScope, 1955), Sleeping Beauty
(dalam format Super Technirama 70mm, 1959), One Hundred and One Dalmatians (1961) dan The Sword in the
Stone (1963).
Setelah tahun 1955, acara TV Disneyland dikenal sebagai Walt Disney Presents, beralih dari hitam ptih ke siaran
warna pada tahun 1961, dan mengganti namanya lagi menjadi Walt Disney's Wonderful World of Color, pindah dari
ABC ke NBC,[55] dan akhirnya kembali mengganti namanya menjadi The Wonderful World of Disney yang terus
disiarkan di NBC hingga diambil alih oleh CBS pada tahun 1981.[56] Semenjak itu, seri antologi Walt Disney telah
disiarkan dalam rangkaian ABC, NBC, Hallmark Channel dan Cartoon Network melalui persetujuan hak siar yang
terpisah.
Disney telah membentuk divisi penerbitan musiknya pada tahun 1949. Pada tahun 1956, terinspirasi dari
keberhasilan The Ballad of Davy Crockett, ia mendirikan Disneyland Records.

Keberhasilan awal 1960-an
Awal 1960-an merupakan keberhasilan bagi Disney, dan Walt Disney Productions menjadi produsen utama hiburan
dunia.
Setelah bertahun-tahun berusaha, Disney akhirnya memperoleh hak milik buku-buku P.L. Travers yang berkisah
mengenai seorang pengasuh ajaib. Film Mary Poppins yang dirilis pada tahun 1964 merupakan filem Disney paling
sukses sepanjang 1960-an.
Walt Disney 8

Kehidupan pribadi
Pada tahun 1925, Disney menikah dengan Lillian Bounds. Usaha pertama mereka untuk memiliki anak berakhir
dengan Lillian mengalami keguguran. Selanjutnya, Lillian melahirkan seorang anak perempuan yang bernama Diane
Marie Disney pada tanggal 18 Desember 1933. Keluarga Disney juga mengadopsi Sharon Mae Disney (31
Desember 1936 16 Februari 1993).[57]

Kematian
Pada akhir 1966, Disney dijadwalkan menjalani operasi leher akibat cedera lama dari bermain polo.[][58] Pada 2
November 1966, selama operasi, dokter di Providence St. Joseph Medical Center mendapati bahwa Disney
mengidap tumor di paru-paru kirinya.[] Lima hari kemudian, Disney kembali ke rumah sakit untuk operasi, tetapi
tumor telah menyebar.[] Disney kemudian diberitahu bahwa hidupnya hanya tinggal enam bulan lagi.[] Pada 30
November 1966, Disney roboh di rumahnya, tetapi berhasil diselamatkan oleh paramedis, lalu dibawa kembali ke
rumah sakit, tempat ia menghembuskan napas terakhirnya[] pada 15 Desember 1966, pukul 9:30 pagi, sepuluh hari
setelah ulang tahunnya yang ke-65. Jenazahnya dikremasi pada 17 Desember 1966, lalu abunya disimpan di Forest
Lawn Memorial Park di Glendale, California.
Setelah kepergian Walt Disney, Roy Disney menguasai sepenuhnya Walt Disney Productions dan WED Enterprises.

Penghargaan
Academy Award
1932: Best Short Subject, Cartoons untuk: Flowers and Trees (1932)
1932: Honorary Award untuk: pembuatan Miki Tikus.
1934: Best Short Subject, Cartoons untuk: Three Little Pigs (1933)
1935: Best Short Subject, Cartoons untuk: The Tortoise and the Hare (1934)
1936: Best Short Subject, Cartoons untuk: Three Orphan Kittens (1935)
1937: Best Short Subject, Cartoons untuk: The Country Cousin (1936)
1938: Best Short Subject, Cartoons untuk: The Old Mill (1937)
1939: Best Short Subject, Cartoons untuk: Ferdinand the Bull (1938)
1939: Honorary Award for Snow White and the Seven Dwarfs (1937)
1940: Best Short Subject, Cartoons untuk: Ugly Duckling (1939)
1941: Honorary Award untuk: Fantasia (1940)
1942: Best Short Subject, Cartoons untuk: Lend a Paw (1941)
1943: Best Short Subject, Cartoons untuk: Der Fuehrer's Face (1942)
1949: Best Short Subject, Two-reel untuk: Seal Island (1948)
1949: Irving G. Thalberg Memorial Award
1951: Best Short Subject, Two-reel untuk: Beaver Valley (1950)
1952: Best Short Subject, Two-reel untuk: Nature's Half Acre (1951)
1953: Best Short Subject, Two-reel untuk: Water Birds (1952)
1954: Best Documentary, Features untuk: The Living Desert (1953)
1954: Best Documentary, Short Subjects untuk: The Alaskan Eskimo (1953)
1954: Best Short Subject, Cartoons untuk: Toot Whistle Plunk and Boom (1953)
1954: Best Short Subject, Two-reel untuk: Bear Country (1953)
1955: Best Documentary, Features untuk: The Vanishing Prairie (1954)
1956: Best Documentary, Short Subjects untuk: Men Against the Arctic
1959: Best Short Subject, Live Action Subjects untuk: Grand Canyon
1969: Best Short Subject, Cartoons untuk: Winnie the Pooh and the Blustery Day

Walt Disney 9
 Penghargaan lainnya
• Terdapat bintang bagi Walt Disney di Anaheim walk of stars, dan dua bintang di Hollywood Walk of Fame
• Congressional Gold Medal pada 24 Mei 1968
• Légion d'Honneur di Perancis tahun 1935[59]
• Medali khusus dari Liga Bangsa-Bangsa untuk pembuatan Miki Tikus tahun 1935[60]
• Presidential Medal of Freedom pada 14 September 1964.[61]
• Termasuk dalam California Hall of Fame di The California Museum for History, Women, and the Arts
• Planet 4017 Disneya dinamai dari Walt Disney[62]
• Gedung Konser Walt Disney di Los Angeles, California, didirikan untuk menghormatinya

Catatan kaki
[2] http:/ / www. suntimes. com/ news/ metro/ 1789742,CST-NWS-disney25. article
[3] Disneyland Paris. Michelin. 7 Agustus 2002. hlm. 38. ISBN 2-06-048002-7.
[4] Neal Gabler, "Walt Disney:The Triumph of the American Imagination" (2006), hal. 7.
[5] Neal Gabler, "Walt Disney:The Triumph of the American Imagination" (2006), hal. 9-10.
[6] Neal Gabler, "Walt Disney:The Triumph of the American Imagination" (2006), hal. 15.
[8] Neal Gabler, "Walt Disney:The Triumph of the American Imagination" (2006), hal. 18.
[10] Biography of Walt Disney, Film Producer kchistory.org Retrieved September 14, 2009 (http:/ / kchistory. org/ cdm4/ item_viewer.
php?CISOROOT=/ Biographies& CISOPTR=31& CISOBOX=1& REC=2)
[11] Neal Gabler, "Walt Disney:The Triumph of the American Imagination" (2006), hal. 30.
[13] Neal Gabler, "Walt Disney:The Triumph of the American Imagination" (2006), hal. 36.
[14] Neal Gabler, "Walt Disney:The Triumph of the American Imagination" (2006), hal. 37.
[15] Neal Gabler, "Walt Disney:The Triumph of the American Imagination" (2006), hal. 38.
[16] Neal Gabler, "Walt Disney:The Triumph of the American Imagination" (2006), hal. 42.
[17] Neal Gabler, "Walt Disney:The Triumph of the American Imagination" (2006), hal. 44.
[18] Neal Gabler, "Walt Disney:The Triumph of the American Imagination" (2006), hal. 45.
[19] Neal Gabler, "Walt Disney:The Triumph of the American Imagination" (2006), hal. 46.
[20] Neal Gabler, "Walt Disney:The Triumph of the American Imagination" (2006), hal. 48.
[21] Neal Gabler, "Walt Disney:The Triumph of the American Imagination" (2006), hal. 51.
[22] Neal Gabler, "Walt Disney:The Triumph of the American Imagination" (2006), hal. 52.
[23] Neal Gabler, "Walt Disney:The Triumph of the American Imagination" (2006), hal. 56.
[24] Neal Gabler, "Walt Disney:The Triumph of the American Imagination" (2006), hal. 57.
[25] Neal Gabler, "Walt Disney:The Triumph of the American Imagination" (2006), hal. 58.
[26] Neal Gabler, "Walt Disney:The Triumph of the American Imagination" (2006), hal. 64.
[27] Neal Gabler, "Walt Disney:The Triumph of the American Imagination" (2006), hal. 64-71.
[28] Neal Gabler, "Walt Disney:The Triumph of the American Imagination" (2006), hal. 68.
[29] Neal Gabler, "Walt Disney:The Triumph of the American Imagination" (2006), hal. 72.
[30] Neal Gabler, "Walt Disney:The Triumph of the American Imagination" (2006), hal. 75.
[31] Neal Gabler, "Walt Disney:The Triumph of the American Imagination" (2006), hal. 78.
[32] Neal Gabler, "Walt Disney:The Triumph of the American Imagination" (2006), hal. 80.
[33] Neal Gabler, "Walt Disney:The Triumph of the American Imagination" (2006), hal. 109.
[34] Neal Gabler, "Walt Disney:The Triumph of the American Imagination" (2006), hal. 128.
[35] Neal Gabler, "Walt Disney:The Triumph of the American Imagination" (2006), hal. 129.
[37] Neal Gabler, "Walt Disney:The Triumph of the American Imagination" (2006), hal. 142.
[57] Social Security Death Index (http:/ / ssdi. rootsweb. ancestry. com)
Walt Disney 10

Daftar pustaka
• Barrier, Michael (1999). Hollywood Cartoons: American Animation in Its Golden Age. Oxford: Oxford
University Press. ISBN 0-19-516729-5.
• Broggie, Michael (1997, 1998, 2005). Walt Disney's Railroad Story. Virginia Beach, Virginia. Donning
Publishers. ISBN 1-56342-009-0
• Eliot, Marc (1993). Walt Disney: Hollywood's Dark Prince. Carol. ISBN 1-55972-174-X
• Mosley, Leonard. Disney's World: A Biography (1985, 2002). Chelsea, MI: Scarborough House. ISBN
0-8128-8514-7.
• Gabler, Neal. Walt Disney: The Triumph of American Imagination (2006). New York, NY. Random House. ISBN
0-679-43822-X
• Schickel, Richard, and Dee, Ivan R. (1967, 1985, 1997). The Disney Version: The Life, Times, Art and Commerce
of Walt Disney. Chicago: Ivan R. Dee, Publisher. ISBN 1-56663-158-0.
• Sherman, Robert B. and Sherman, Richard M. (1998) "Walt's Time: From Before to Beyond" ISBN
0-9646059-3-7.
• Thomas, Bob (1994). Walt Disney: An American Original. New York: Hyperion. ISBN 0-7868-6027-8.
• Thomas, Bob (1991). Disney's Art of Animation: From Mickey Mouse to Beauty and the Beast. New York:
Hyperion. ISBN 1-56282-899-1
• Watts, Steven, The Magic Kingdom: Walt Disney and the American Way of Life, University of Missouri Press,
2001, ISBN 0-8262-1379-0
Pranala luar
(Inggris) Walt Disney (http:/ / www. imdb. com/ name/ nm0000370/ ) di Internet Movie Database
(Inggris) Museum Walt Disney Family (http:/ / disney. go. com/ disneyatoz/ waltdisney/ )
(Inggris) Neal Gabler, Inside Walt Disney (http:/ / www. npr. org/ templates/ story/ story. php?storyId=6405745)
Sumber dan Kontributor Artikel 11
Sumber dan Kontributor Artikel
Walt Disney Sumber: http://id.wikipedia.org/w/index.php?oldid=6790304 Kontributor: Albertus Aditya, Aldo samulo, Bennylin, Caiaffa, F1fans, Guswandhi, Hayabusa future, Mimihitam,
Relly Komaruzaman, Tjmoel, 15 suntingan anonim
Sumber Gambar, Lisensi dan Kontributor
Berkas:Walt Disney NYWTS.jpg Sumber: http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Berkas:Walt_Disney_NYWTS.jpg Lisensi: Public Domain Kontributor: New York World-Telegram and
the Sun staff photographer: Fisher, Alan, photographer.
File:Walt Disney Signature.png Sumber: http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Berkas:Walt_Disney_Signature.png Lisensi: Public Domain Kontributor: WikiLaurent
Berkas:Walt01.jpg Sumber: http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Berkas:Walt01.jpg Lisensi: Public Domain Kontributor: DoppioM, James Blanchard, Soerfm, 4 suntingan anonim
Berkas:Walt Disney Snow white 1937 trailer screenshot (13).jpg Sumber: http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Berkas:Walt_Disney_Snow_white_1937_trailer_screenshot_(13).jpg
Lisensi: Public Domain Kontributor: Cwbm (commons), Dcoetzee, Klow, LimoWreck, Lupo, Petrusbarbygere, Red devil 666, Soerfm, 1 suntingan anonim
Berkas:Walt Disney and Dr. Wernher von Braun - GPN-2000-000060.jpg Sumber:
http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Berkas:Walt_Disney_and_Dr._Wernher_von_Braun_-_GPN-2000-000060.jpg Lisensi: Public Domain Kontributor: NACA
Berkas:6308-AnaheimDisneyLand-NW to SE View.jpg Sumber: http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Berkas:6308-AnaheimDisneyLand-NW_to_SE_View.jpg Lisensi: Creative
Commons Attribution 3.0 Kontributor: Robert J. Boser (EditorASC)
Lisensi
Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported
//creativecommons.org/licenses/by-sa/3.0/